SEDANG DALAM TAHAP UJI COBA!!!

Asal usul desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan

Asal usul desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Desa Kerik adalah salah satu nama desa di wilayah Kabupaten Magetan.

Dahulu desa kerik berwujud hutan belantara yang sulit di tembus, karena banyak binatang buas seperti harimau, ular, kera dan binatang lainnya, serta banyak sendang dan rawa-rawa yang bertebaran di mana-mana.

Pada suatu hari datanglah seorang Palang beserta pengikutnya dari Mataram Jawa Tengah. Palang ini wajahnya kelihatan menyeramkan, karena berkumis dan berjenggot panjang. Kedatangan mereka ke daerah hutang yang berawa itu dikarenakan mereka adalah buron Belanda. Mereka kabarnya sangat di benci oleh belanda karena Palang dan pengikutnya sering mengacau dan mengobrak-abrik pemukiman dan markas Kompeni belanda, mengakibatkan ratusan kompeni belanda menjadi korbannya.

Karena Palang berkumis dan berjenggot itu menjadi musuh bebuyutan, serta menjadi buron kompeni belanda ia merahasiakan namanya untuk melindunginya. Karena tidak ada yang mengetahui namanya termasuk kompeni belanda, mereka lebih di kenal Palang berkumis dan berjenggot.

Karena Palang berkumis dan berjenggot  tersebut di kejar dan di buru oleh kompeni Belanda, maka ia sengaja mencari daerah yang berhutan-hutan dan sulit untuk di jangkau oleh Belanda dan sampailah ia di hutan yang berawa yang sekarang lebih dikenal dengan desa Kerik.

Karena mereka berjalan demikian jauh melewati hutan, rawa, lereng-lereng gunung serta menyusuri bukit-bukit dengan hanya berjalan kaki saja, mereka berhenti sejenak untuk beristirahat di suatu sendang yang indah pemandangannya serta sangat nyaman udaranya.

Tempat yang pemandangannya indah dan udara yang nyaman tentunya membuat mereka betah untuk beristirahat sambil merencanakan perjalanan selanjutnya dan apa yang akan terjadi dalam perjalanan selanjutnya. Sambil beristirahat di sekitar sendang itu Palang berkumis dan berjenggot tersebut mencukur kumis dan jenggotnya yang tebal (jw. kerik-kerik) hingga bersih.

Dirasa cukup beristirahatnya Palang dan pengikutnya memutuskan untuk membabad hutan dan menetap di daerah tersebut. Berhari-hari dan bahkan berbulan-bulan mereka membabad hutan, menebang pohon, meratakan lahan hingga akhirnya terwujudlah sebuah pemukiman baru yang layak untuk dihuni. Kemudia n Palang menamai tempat pemukiman baru tersebut dengan nama "KERIK", karena Palang waktu datang pertama kali sempat mencukur kumis dan jenggotnya (jw. Kerik-kerik) hingga bersih di pinggir sendang. Dan pemukiman tersebut menjadi berkembang sampai sekarang yang di kenal dengan desa Kerik.

0 komentar:

Posting Komentar